Langsung ke konten utama

Featured post

Jathilan dan Corona yang Menghambat Akan Semuanya. (Tribute to FSTVLST)

          Sebelumnya, perkenankan saya untuk berterima kasih kepada FSTVLST atau Festivalist, yang mengadakan tugas ini, yang membuat saya ingat akan memiliki blog yang mana harus diperbaharui isinya untuk saat ini dan seterusnya, dan membangkitkan semangat nulis saya yang sayup-sayup mulai redup. saya ucapkan sekali lagi: Matur Nuwun :)     Sebelum masuk akan hal inti akan kerinduan saya dalam jathilan dan meratapi akan malangnya dunia ini, eh negara ini ding, yang masih bergulat dengan virus yang menghambat akan semuanya, termasuk dalam bersenang-senang dan berjathil ria, izinkan saya untuk menceritakan bagaimana saya mengenal akan ben (band) dari Kota Jogjakarta ini, yang sedikit banyak membantu saya dalam melewati masa remaja akhir hingga saat ini melalui lagu-lagu yang berdendang di telinga saya hari lepas hari.     FESTIVALIST - atau FSTVLST (dihilangkan huruf vokalnya), band yang saya kenal sejak 2013, 2014 awal, di saat saya dala...

Kita Ini Insan Bukan Seekor Sapi.

membaca judulnya, pasti kasilan akan bernyanyi, yah bukannya promosi, tapi nada yang diciptakan oleh band 4.20 sangat melekat bagi yang mendengarkan lagunya.
tapi disini, saya bukan akan mengulas soal lagunya, tapi saya akan membahas bagaimana semestinya kita dalam bekerja. saya pernah membaca suatu kutipan dimana semua pekerjaan adalah mulia, ya benar, semua pekerjaan yang benar dalam artian tidak merugikan orang lain, merampok misalnya, mencuri, atau memalak orang lewat.

Yap! pekerjaan yang kita dapat harusnya kita syukuri, kita bisa bekerja dan bisa menerima upah dari hasil kerja kita, itu seharusnya adalah kebanggan tersendiri bagi kalian, kenapa? ya karna kalian melakukan hal yang benar, dan hal itu juga bermanfaat bagi kalian maupun orang lain, jangan berhenti bekerja dan belajar. karna dua hal itu, yang akan menjadi pegangan kalian sampai tua.
soal seberapa besar hasil yang didapatkan, kita harus bersyukur atas itu semua, karena di luar sana, mungkin banyak orang yang bekerja, hasilnya tak seberapa, jauh sedikit dari yang kalian dapatkan, dan kalau kalian berpikir sebaliknya, jikalau di luar sana ada banyak orang yang berpenghasilan jauh lebih banyak daripadamu, ya kalian harus sadar, jikalau semua itu pasti didapatkan tidak langsung dari lahir dapat kekayaan, kecuali keluarga Geledek yang merajai Youtube dengan click bait hehe, maka jangan iri dengan mereka, karna setiap mereka yang sukses pasti diiringi dengan usaha yang tekun dan berani.



soal pekerjaan yang kalian jalani tidak sesuai dengan keinginan kalian, tolong ingatlah lagu yang liriknya saya pakai untuk judul artikel ini, yaaaap! kita seyogyanya menjalani pekerjaan kalian dengan sepenuh hati, karna kalian bekerja, seharsnya bukan hanya bekerja saja, cuman melakukan apa yang disurh dan akhirnya mendapatkan upah, kenapa? karna kalian ini adalah manusia, bukan seperti sapi, yang bekerja sesuai keinginan petani untuk membajak sawah, dan setelah sekian lama ia bekerja, paling ya menua, dan akan berakhir di perapian untuk dimakan atau paling bagus ya mati karna kelelahan. TIDAK, kita sebagai manusia harusnya bisa lebih dari itu, kita harus bekerja dengan sepenuh hati, jikalau kalian bosan dengan pekerjaan kalian, Tuhan memberikan kita akal dan pikiran dan perasaan,  salah satunya adalah perasaan berani, nah kita harusnya menggunakan itu, kita harus menggunakan perasaan berani, untuk mencoba hal-hal yang baru, belajar hal baru, jangan tersangkut di tempat duduk dan cuman menggerutui hasil hidup kalian.

kerja tidak sesuai dengan jurusan? sangat banyak kok, dan itu tidak sedikit, saran saya, bekerjalah dengan tekun walau tak sesuai dengan apa yang kalian inginkan, walau rencana awal yang kalian rencanakan seindah pelangi,tapi kenyataannya sehitam kali item, ya ndak papa, jangan kalian gerutui, justru, kalian harusanya lebih semangat dan harus berusaha untuk memperbaikinya, agar yang hitam tadi, bisa lebih baik dan setidaknya, bisa indah seperti rencana awalmu, walau dengan jalan yang berbeda.

Mas Farid Stevy Asta, seniman asal Jogja melagukan dalam lagu berjudul GAS! didalamnya ada kutipan kesukaan saya yaitu "Berjalan tak sesuai rencana adalah jalan yang sudah biasa, jalan satu-satunya adalah jalani sebaik yang kamu bisa" saya setuju dengan pernyataan beliau, dimana kita harus menjalani apa yang kita jalani sekarang dengan sebaik yang kita bisa, walau kita ndak merencanakan itu semua, kita tidak mengharapkan itu semua kita harus menjalaninya, diiringi dengan doa, dan ucapan syukur kita, pasti apa yang kita kerjakan akan menjadi hal yang baik dan bermanfaat, entah bagi dirimu maupun orang lain.
percayalah.
semua omong kosong ini benar adanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jathilan dan Corona yang Menghambat Akan Semuanya. (Tribute to FSTVLST)

          Sebelumnya, perkenankan saya untuk berterima kasih kepada FSTVLST atau Festivalist, yang mengadakan tugas ini, yang membuat saya ingat akan memiliki blog yang mana harus diperbaharui isinya untuk saat ini dan seterusnya, dan membangkitkan semangat nulis saya yang sayup-sayup mulai redup. saya ucapkan sekali lagi: Matur Nuwun :)     Sebelum masuk akan hal inti akan kerinduan saya dalam jathilan dan meratapi akan malangnya dunia ini, eh negara ini ding, yang masih bergulat dengan virus yang menghambat akan semuanya, termasuk dalam bersenang-senang dan berjathil ria, izinkan saya untuk menceritakan bagaimana saya mengenal akan ben (band) dari Kota Jogjakarta ini, yang sedikit banyak membantu saya dalam melewati masa remaja akhir hingga saat ini melalui lagu-lagu yang berdendang di telinga saya hari lepas hari.     FESTIVALIST - atau FSTVLST (dihilangkan huruf vokalnya), band yang saya kenal sejak 2013, 2014 awal, di saat saya dala...

Untukmu wahai orang tuaku yang selalu setia mendoakanku

Kepada kedua malaikat tanpa sayap, Bapak dan Ibu yang kutinggalkan untuk sementara. Riuh suaraku yang tidak ada lagi jangan kau rindukan karena ini hanya untuk sementara. Selama aku menapak kaki mencari ilmu, sejenak relakan aku untuk pergi karena ini adalah masaku untuk melangkah. Untuk menjadi seseorang yang lebih berarti dan menjadi orang yang seperti kau harapkan nantinya. Kamar kosong yang kini tertata rapi, biarkanlah. Jangan kau khawatirkan jalan yang panjang yang aku akan tempuh, jalan itu adalah jalan untukku berproses  mendewasakan diri. Lika-liku yang akan kulalui tanjakan yang akan ku naikki dan turunan yang akan ku nikmati. Aku percaya semua itu bisa kulalui. Aku percaya bahwa Tuhan tidak akan memberikan jalan yang tak mampu ku lalui, karena aku tercipta dengan kapasitas yang telah Dia tentukan. Jalan tidak selalu rata dan langit tidak selalu biru tapi aku percaya aku bisa melalui itu karena nasehatmu untuk aku agar berjalan dengan tidak...

Bumi ini jangan kau sakiti lagi, Tapi tolong Kau Sayangi Lebih Lagi

Apa yang kamu pikirkan temanku saat mendengar kata "Bumi"? apakah kamu berpikir itu adalah planet yang bernama bumi, tidak perlu aku pikirkan karena akan berputar sesuai kehendak-Nya? atau sebaliknya? kau merasa lebih dari planet ciptaan-Nya yang kau pijak dan kau tinggali? terkadang hidup terlalu memusingkanmu sehingga lupa jika alam yang kau tinggali adalah alam yang bisa berbicara? Bumi, kini sekarang memang menjadi suatu ironi, jika dilihat dari apa yang kita berikan padanya, pada bumi yang kita tinggali. kita berharap bumi memberikan air yang bersih, tanah yang subur, udara yang sejuk, dan harapan indah lainnya. akan tetapi, kita selalu memberikan suatu yang tak berkenan untuk alam kita ini. bungkus permen misalnya, bumi tak perlu bungkus permen, apalagi isinya, bungus itu hanya akan menjadi "panu" yang akan melekat sampai nanti, beratus-ratus tahun lamanya. isi permen? bumi ini juga tak perlu sobatku, karna itu semua ya berasal dari bumi ini. ...